Senin, 23 September 2019
Cacam, Kaur Terdampak Kabut Asap
Berita Cahaya - Kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Kaur dari Kecamatan Semidang Gumay sampai ke Kaur Selatan selasa 07-40 WIB (24/09/2019).
Belakangan ini kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau semakin parah, ditambah lagi Jambi, Palembang dan Provinsi Bengkulu sama halnya di daerah Kaur, tampak jelas asap disepanjang jalan sehingga membuat para pengemudi baik motor dan mobil membuat arus lalu lintas menjadi tergangu.
Dikatakan Sahlan selaku pengemudi motor, "tak biasnya Kaur dalam kondisi seperti ini, asap ini bukanlah kabut seperti biasanya yang terjadi di pagi hari. Mungkin ini dampak polusi asap yang diakibatkan kebakaran hutan dipenjuru Sumatera karena itulah Kaur dapat imbasnya," papar Sahlan.
Untuk diketahui oleh masyarakat, bahwasyaya harus berhati-hati dalam kondisi situasi saat ini karena banyak korban penyakit ispa, seperti korban di acara TV ONE ILC. Korban juga menghimbau bagi masyarakat harus menjaga kesehanatan sekaligus pihak pemerintah untuk mengatasi kondisi yang terjadi di negeri ini.
Waspadalah dan waspadalah.....(ers)
Jumat, 13 September 2019
Biola Tua
Catatan Bengkulu - Bengkulu Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu, siapa sich yang tidak tau kota yang satu ini.
Ya, dahulu Kabupaten Bengkulu Selatan mencakup Seluma dan Kaur. Tentunya ada Tokoh yang sangat populer dimasanya. Kali ini penulis akan mengutip "catatan harian H. Zakwan Zanim yang ditulis beliau pada 20 Januari 1996, demi kecintaan beliau dengan tanah kelahirannya banyak sekali puisi-puisi yang bersifat membangun, berisikan motivasi, sejarah, pesan untuk pemuda khusunya masyarakat Bengkulu Selatan.
H. Zakwan Zanim merupakan kakak kandung dari mantan Bupati Bengkulu Selatan yaitu, Salman Rupni. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan dijuluki Bapak pembangunan di Provinsi Bengkulu karena sukses membangun jalan yang menghubungkan jalan Provinsi Bengkulu.
Kali ini, penulis akan mengutip karya dari H. Zakwan Zanim yang berjudul 'Biola Tua' karena berisikan syair-syair yang indah khususnya anak muda.
Alunan gesekan biola tua
Menjadi impian gadis sedesa
Dimainkan Cunung dengan asyiknya
Membuat gadis terpesona
Jika di Desa kami ada bimbang
Pemuda dan gadisnya sangat riang
Disanalah tempat mereka adu pandang
Malam termimpi siang terbayang
Disini Cunung diperlukan selalu
Para gadis mengintip dibalik pintu
Menikmati irama setiap lagu
Dimainkan Cunung yang lugu
Cunung bukan pemuda mata keranjang
Orangnya tekun ta'at beribadat
Tidak tahu apa artinya linjangan
Biarpun banyak yang mengirim surat
Setahuku dikala itu
Cunung tidak punya seteru
Akibat berlinang di gadis desa
Akhirnya Cunung kena rasan tua
Diwaktu hari menjelang tua
Biola mengalun memecah sunyi
Gadis-gadis terlena dibuatnya
Terus terbawa ke alam mimpi
Sekarang nasib biola tua
Terbungkus rapi dalam almari
Tidak seorang meneruskan bakatnya
Mewarisi jiwa seni
Tidak terlihat lagi duduk berandang
Saat khusuk bermain biola
Anak cucunya banyak Sarjana
Main biola dianggap kuno adanya
Hanya aku mewarisi seni
Sekarang sedang menuju tua
Seni ku warisi bentuk puisi
Untuk ingatan para kawula muda.
Itulah puisi yang ditulis oleh H. Zakwan Zanim yang di indahkan oleh penulis, karena penulis sangat kagum dengan karya beliau. Alangkah sedihnya apabila catatan harian beliau ini hancur dimakan rayap, tak terawat, hancur dan tidak ada lagi yang mau menulis dan mengenang karya tulisan yang bagus ini.
Tak hanya puisi ini yang penulis dapat, banyak sekali kisah sejarah perlawanan dimasa Jepang dan Belanda. Karena beliau saksi bisu masa kolonialisme masih banyak lagi tulisan beliau yang harus di indahkan oleh penulis, untuk itu penulis membutuhkan suport masyarakat Bengkulu Selatan dan pihak Pemerintah Bengkulu Selatan untuk melanjutkan penulisan ini sebagai referensi bacaan dan kebenaran-kebenaran yang pernah dibela oleh orang-orang hebat.
Banyak sekali Tokoh-tokoh pejuang di dalam catatan harian ini, seperti Asyikin, Buldani, H. Hasan Rumbu, Herman Haris, Kapten Jarab, Demang Naksir Haji Sa'id, Haji Yahya dan Kawan-kawan lainnya.
Edisi - 1
Penulis = Eko Ririn Sabirin, S. Hum

Foto H. Zakwan Zanim
Catatan Bengkulu - Bengkulu Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu, siapa sich yang tidak tau kota yang satu ini.
Ya, dahulu Kabupaten Bengkulu Selatan mencakup Seluma dan Kaur. Tentunya ada Tokoh yang sangat populer dimasanya. Kali ini penulis akan mengutip "catatan harian H. Zakwan Zanim yang ditulis beliau pada 20 Januari 1996, demi kecintaan beliau dengan tanah kelahirannya banyak sekali puisi-puisi yang bersifat membangun, berisikan motivasi, sejarah, pesan untuk pemuda khusunya masyarakat Bengkulu Selatan.
H. Zakwan Zanim merupakan kakak kandung dari mantan Bupati Bengkulu Selatan yaitu, Salman Rupni. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan dijuluki Bapak pembangunan di Provinsi Bengkulu karena sukses membangun jalan yang menghubungkan jalan Provinsi Bengkulu.
Kali ini, penulis akan mengutip karya dari H. Zakwan Zanim yang berjudul 'Biola Tua' karena berisikan syair-syair yang indah khususnya anak muda.
Alunan gesekan biola tua
Menjadi impian gadis sedesa
Dimainkan Cunung dengan asyiknya
Membuat gadis terpesona
Jika di Desa kami ada bimbang
Pemuda dan gadisnya sangat riang
Disanalah tempat mereka adu pandang
Malam termimpi siang terbayang
Disini Cunung diperlukan selalu
Para gadis mengintip dibalik pintu
Menikmati irama setiap lagu
Dimainkan Cunung yang lugu
Cunung bukan pemuda mata keranjang
Orangnya tekun ta'at beribadat
Tidak tahu apa artinya linjangan
Biarpun banyak yang mengirim surat
Setahuku dikala itu
Cunung tidak punya seteru
Akibat berlinang di gadis desa
Akhirnya Cunung kena rasan tua
Diwaktu hari menjelang tua
Biola mengalun memecah sunyi
Gadis-gadis terlena dibuatnya
Terus terbawa ke alam mimpi
Sekarang nasib biola tua
Terbungkus rapi dalam almari
Tidak seorang meneruskan bakatnya
Mewarisi jiwa seni
Tidak terlihat lagi duduk berandang
Saat khusuk bermain biola
Anak cucunya banyak Sarjana
Main biola dianggap kuno adanya
Hanya aku mewarisi seni
Sekarang sedang menuju tua
Seni ku warisi bentuk puisi
Untuk ingatan para kawula muda.
Itulah puisi yang ditulis oleh H. Zakwan Zanim yang di indahkan oleh penulis, karena penulis sangat kagum dengan karya beliau. Alangkah sedihnya apabila catatan harian beliau ini hancur dimakan rayap, tak terawat, hancur dan tidak ada lagi yang mau menulis dan mengenang karya tulisan yang bagus ini.
Tak hanya puisi ini yang penulis dapat, banyak sekali kisah sejarah perlawanan dimasa Jepang dan Belanda. Karena beliau saksi bisu masa kolonialisme masih banyak lagi tulisan beliau yang harus di indahkan oleh penulis, untuk itu penulis membutuhkan suport masyarakat Bengkulu Selatan dan pihak Pemerintah Bengkulu Selatan untuk melanjutkan penulisan ini sebagai referensi bacaan dan kebenaran-kebenaran yang pernah dibela oleh orang-orang hebat.
Banyak sekali Tokoh-tokoh pejuang di dalam catatan harian ini, seperti Asyikin, Buldani, H. Hasan Rumbu, Herman Haris, Kapten Jarab, Demang Naksir Haji Sa'id, Haji Yahya dan Kawan-kawan lainnya.
Edisi - 1
Penulis = Eko Ririn Sabirin, S. Hum
Langganan:
Komentar (Atom)
Kpd Yth Bpk Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim (@nadiemmakarim)
Mencatat Sejarah, - Pesan teruntuk Bpk Menteri Pendidikan, kami pun tidak tahu harus mulai dari mana, semoga ini sampai di tangan anda dan ...
-
Berita Cahaya - Kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Kaur dari Kecamatan Semidang Gumay sampai ke Kaur Selatan selasa 07-40 WIB (24/0...
-
Seluma adalah salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu. Kabupaten seluma memiliki pesona alam yang indah, salah satu pesona ...
-
Biola Tua  Foto H. Zakwan Zanim Catatan Bengkulu - Bengkulu Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang...

