Selasa, 05 November 2019

Perjuangan Warga Bengkulu Selatan Melawan Penjajah



Bengkulu Selatan - Dalam merebut kemerdekaan pada tahun 1945 tentunya pejuang memberikan perlawanan demi mewujudkan cita-cita bangsa, namun masih banyak yang bertanya-tanya dengan peristiwa perlawanan masa Kolonialisme Jepang di Bengkulu Selatan.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 pekik kemerdekaan mulai digaungkan oleh pejuang Bengkulu Selatan tepatnya di Desa Pasar Bawah sering dikenal dengan  Dusun Tua.

Suatu malam, semua pemuda dan bapak-bapak berkumpul di Rumah Pusaka Cik Lam. Tentunya diikuti oleh Tokoh ternama diantaranya Rahim Damrah, H Said dan M. Thoha menyusul pula H. Hosien, Sabki Saamin dan Azadin mereka berembuk dan bermusyawarah untuk menyambut kemerdekaan bangsa dengan semangat perjuangan yang tinggi dan tekad penuh yakin.

Setelah berunding sampai pagi, mereka sepakat bahwasannya senjata Jepang harus dikuasai dengan tekad penuh. Kemerdekaan harus dipertahankan kalau perlu jiwa dikorbankan.

Aksi pejuang pun mulai bersinyalir dengan cepat untuk menyerbu markas Jepang yang terletak di Belakang Kantor DPRD Bengkulu Selatan, malam haripun telah tiba semua penduduk sudah terlena (tertidur) seluruh pejuang baik Tua maupun muda berangkat bersama-sama dari dusun tua. Tujuan mereka hanya satu Kantor Jepang harus diserbu dan menguasai senjata Jepang satu persatu dengan motto yang sangat membara (biarpun nyawa diterjang peluru) luar biasa sekali bukan.

Saat peristiwa perlawanan berlangsung, korban tidak bisa dielakan lagi atau dibendung, waktu itulah Rahim Damrah ditahan, Dintanya pun kocar kacir lari ke hutan serta warga Manna dicekam ketakutan oleh tentara Jepang.

Jahadin, H. Said, Maskapai dan Tajuddin bersembunyi di Sawah Lakaran sehingga membuat para istir mereka menjadi resah, seluruh warga Manna dan Pasar Bawah diancam keselamatannya.

Saat itulah perjuang Bengkulu Selatan disiksa dalam Drum yaitu, Rahim Damrah, Tuan Nuralam disiksa pula, Ibunda Dintanya ditahan juga.

Itulah kisah sejarah yang terjadi sesungguhnya bahwasanya Desa Pasar Bawah pernah menegakan kemerdekaan walaupun nyawa jadi taruhannya.

Bersambung....? (ikuti terus di edisi selanjutnya) masih banyak lagi cerita dari Bengkulu Selatan.

Penulis      : Eko Ririn Sabirin
Referensi  : Cerita rakyat dan catatan harian yang di indahkan oleh penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kpd Yth Bpk Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim (@nadiemmakarim)

Mencatat Sejarah, -  Pesan teruntuk Bpk Menteri Pendidikan, kami pun tidak tahu harus mulai dari mana, semoga ini sampai di tangan anda dan ...